Skip to content


Pembentuk Akhlak Anak

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pembentukan akhlak anak. Aspek-aspek tersebut sangat perlu diketahui oleh orang tua anak. Breikut ini adalah aspek-aspek yang membentuk akhlak menurut para ahli sufi, Yaitu :
a. Makanan.
Dalam hal makanan perlu diperhatikan asal makanan tersebut apakah didapat dengan cara halal atau tidak. Begitu juga dari jenis makanannya apakah termasuk jenis makanan halal atau haram. Makanan yang berasal dari barang haram akan membuat hati gelap sehingga mudah dikuasai oleh nafsu sahwatnya. Demikian juga daging yang terbentuk dari makanan haram akan memberatkan jika diajak pada kebaikan dan akan selalu terdorong berperilaku tercela.
Kemudian diperhatikan pula cara makannya yaitu makan dengan duduk, menggunakan tangan kanan, mengambil makanan hanya yang dekat dari dirinya saja, serta berhenti makan sebelum kenyang, sesuai anjuran Nabi untuk membatasi makan. Selanjutnya perut diibaratkan seperti bejana yang dibakar bawahnya. Jika bejana tersebut penuh maka akan menimbulkan banyak uap sehingga menutupi kejernihan hati. Hati yang gelap oleh uap tersebut akan sulit sekali menerima nasehat dan kebenaran.

b. Latihan dan pendidikan.
Dalam pembentukan akhlak diperlukan proses yang terus menerus mulai dari sejak dini. Akhlak adalah keadaan jiwa sedangkan jiwa adalah tentara yang terlatih maka dengan sering latihan akan semakin meningkatkan kualitasnya. Walaupun mempunyai bibit yang baik tapi tanpa sering latihan maka akan kurang pula hasilnya.
Continued…

convert this post to pdf.

Posted in Mendidik Anak.


Guru dan Anak Didik

Dewasa ini marak sekali ada pemberitaan tentang penganiayaan terhadap anak didik oleh sang gurunya. Jikalau dipikir-pikir sebenarnya yang salah itu adalah guru, anak, ataukah orang tua. Ataukah ketiga-ketiganya salah semua ?
Bagi aktivis tentang anak pastinya akan menyalahkan gurunya dan melindngi anak. Namun kita haruslah terbuka dengan kenyataan. Meski anak terlahir dengan bersih tanpa dosa dan tanpa tahu apa-apa, kemudian lingkunganlah yang membentuknya, tetap tidak dapat diingkari bahwa anak juga mempunyai sifat bawaan sejak lahir.
Bawaan tersebut terkadang ada yang baik dan ada juga yang buruk, terkadang juga pertengahan antara keduanya. Bagi anak yang memiliki bawaan buruk maka meski ditempatkan dilingkungan yang baik tetap akan menjadi buruk. Misalnya “Kan’an” anak Nabi Nuh. Meski anak seorang nabi toh ia tetap kafir dan mati dalam kekafirannya.
Continued…

convert this post to pdf.

Posted in GUru dan anak.


Beda anak zaman sekarang dan zaman dulu

Pada waktu saya masih anak-anak, membantu pekerjaan orang tua adalah suatu kewajiban sehari-hari. Demikian juga dialami hampir kesemua anak-anak yang seusia saya. Hanya sgelintir dari anak orang kaya saja yang terbiasa tidak bekerja. Maklumlah anak desa petani, jadi kedapatan bagian mengurusi ternak yaitu cari rumput setiap hari.
Meskipun demikian, kita tetap happy dengan rutinitas tersebut. Sebab dalam melaksanakan kegiatan tersebut kita mengerjakannya dengan banyak permainan. Diantara permainan yang sering kita pakai adalah “gor”.
Berbeda dengan anak sekarang, yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bermain. Saya hampir tidak melihat ada anak yang bekerja sebagaimana kita kecil dulu. Ya mungkin karena ada UU prlindungan anak maka orang tua sudah tidak lagi meminta anak untuk ikut membantu pekerjaan orang tua. Jikalau ada paling hanya sekedar bersih-bersih rumah. Maka tidak heran jika anak jaman sekarang mempunyai tingkat intelegensi yang lebih tinggi dibanding kita dulu.
Ini dibuktikan dengan demikian tingginya kurikulum pada anak kelas 1 SD/MI. Seingat saya dulu, kelas 1 hanya sekedar kemampuan membaca, menulis dan berhitung.
Namun anehnya mengapa anak-anak jaman sekarang mempunyai tingkat kenakalan yang sangat tinggi dibanding anak-anak jama dulu ya.

convert this post to pdf.

Posted in Kids.


Aku kembali lagi

Akhirnya sempat kembali juga setelah beberapa lama tidak sempat mengurusi blog. Rasanya kembali segar setelah beberapa lamanya berkutat dengan kesibukan yang sangat menghimpit seakan stres tak bisa nafas. Namun pada akhirnya kesempatan datang juga untuk dapat menyempatkan diri menulis di blog kesayangan ini.
Ternyata memang benar bahwa kehidupan manusia itu seperti roda yang berputar. Jika datang masa sibuk, sibuknya bukan main. Seakan tidurpun masih bekerja mengurusi kesibukan. Namun tatkala lagi sepi, ya seakan lenggang kangkung tanpa ada aktifitas yang berarti.
Saat-saat sibuk seperti inilah biasanya kita mudah jatuh sakit karena ketidak seimbangan antara energi yang keluar dan suplay energi yang diterima. Itu juga yang saya rasakan kemarin yang pada akhirnya harus rela istirahat dalam 2 hari tanpa ada aktifitas, ya hanya tidur dan tidur.
Maka sangatlah benar ajaran Islam “gunakanlah waktu luangmu sebelum datang masa sempitmu”. Jadi semasa luang itulah manage sebaik mungkin sebagai back up untuk masa mendatang ketika masa sibuk datang.

convert this post to pdf.

Posted in Sip.