Skip to content


Guru dan Anak Didik

Dewasa ini marak sekali ada pemberitaan tentang penganiayaan terhadap anak didik oleh sang gurunya. Jikalau dipikir-pikir sebenarnya yang salah itu adalah guru, anak, ataukah orang tua. Ataukah ketiga-ketiganya salah semua ?
Bagi aktivis tentang anak pastinya akan menyalahkan gurunya dan melindngi anak. Namun kita haruslah terbuka dengan kenyataan. Meski anak terlahir dengan bersih tanpa dosa dan tanpa tahu apa-apa, kemudian lingkunganlah yang membentuknya, tetap tidak dapat diingkari bahwa anak juga mempunyai sifat bawaan sejak lahir.
Bawaan tersebut terkadang ada yang baik dan ada juga yang buruk, terkadang juga pertengahan antara keduanya. Bagi anak yang memiliki bawaan buruk maka meski ditempatkan dilingkungan yang baik tetap akan menjadi buruk. Misalnya “Kan’an” anak Nabi Nuh. Meski anak seorang nabi toh ia tetap kafir dan mati dalam kekafirannya.

Bagi anak yang memiliki bawaan baik maka ia tetap akan baik meski berada di lingkungan yang buruk. Misalnya “Nabi Ibrahim”, meski keluarga dan masyarakatnya adalah penyembah berhala toh beliau tidak mengikuti kebiasaan masyarakatnya.
Nah yang pertengahan ini lah yang mungkin benar-benar sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Ya jika di lingkungan yang baik maka akan baik dan jika di lingkungan yang buruk ya buruk pula hasilnya.
Nah disinilah, seorang anak membutuhkan seorang pembimbing yaitu guru yang dapat mengarahkan anak untuk memilih jalan hidup yang benar.

(bersambung deh)

convert this post to pdf.

Posted in GUru dan anak.


One Response

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. MI Tanggel says

    Pendidikan Anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan bawaannya. Betul sekali itu

    [Reply]



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.